Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu, Perjalanan Cinta yang Bikin Mewek

Thumbnail Video
Sebenarnya saya sudah tahu film asal Kirgistan berjudul Heaven is Beneath Mother's Feet (di Indonesia diterjemahkan jadi Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu) ini sejak tahun 2024 lalu. Tapi karena waktu itu rilisnya pas bulan Ramadhan, saya gak sempat nonton ke bioskop. Nah, baru-baru ini saya akhirnya selesai nonton filmnya, dan asli, film ini bagus banget sampai bikin mewek!

Film ini menceritakan tentang Adil, seorang pria berkebutuhan khusus berusia 35 tahun, yang sangat mencintai ibunya, Ibu Altyn. Adil mendapat cerita kalau dia membawa ibunya berhaji ke Makkah dengan berjalan kaki, maka ibunya otomatis akan langsung masuk surga.

Karena kepolosannya dan rasa cintanya yang luar biasa, Adil beneran nekat menuntun ibunya menggunakan gerobak dorong untuk berjalan kaki ribuan kilometer dari Kirgistan menuju Makkah. Sepanjang perjalanan banyak ujian yang mereka hadapi. Setahu saya, film ini bukan diangkat dari satu kisah nyata tunggal, melainkan rangkuman dari berbagai kisah nyata banyak orang yang dirampungkan jadi satu narasi. Makanya, konflik dan cerita di sepanjang perjalanan terasa sangat riil dengan apa yang terjadi di dunia saat ini.

ruang ahmad

Kalau dipikir pakai akal sehat, perjalanan jalan kaki ini jalurnya ekstrem banget. Dari wilayah Asia Tengah (Kirgistan), ada beberapa pilihan jalur yang bisa diambil untuk menuju ke Jazirah Arab (Makkah):
Jalur Barat: Melewati area Kazakhstan, menyeberangi Laut Kaspia atau memutar lewat Rusia/Kaukasus, lalu turun ke arah Turki dan Suriah/Yordania sebelum masuk ke Arab Saudi.{alertInfo}

Jalur Selatan: Jalur yang lebih memotong melewati negara tetangga seperti Uzbekistan, Turkmenistan, Iran, lalu menyeberang Teluk Persia menuju daratan Arab.{alertInfo}

Ada banyak banget cerita mengharukan di sepanjang jalan yang memberikan tamparan moral buat kita yang menontonnya:
Adil yang memiliki keterbatasan mental justru punya hati yang jauh lebih suci dan tulus dalam berbakti kepada orang tua dibandingkan kita yang merasa normal tapi sering mengeluh. Di sepanjang rute ribuan kilometer, mereka bertemu banyak orang asing dari berbagai negara dan latar belakang yang tergerak hatinya untuk menolong. Ini membuktikan bahwa orang baik itu selalu ada di mana-mana. Ibu Altyn tahu fisiknya sudah sepuh dan perjalanan ini sangat berbahaya, tapi beliau tetap menemani putranya demi menghargai niat suci sang anak.

Secara keseluruhan, film ini dapet nilai 10/10 dari saya. Sangat direkomendasikan buat ditonton bareng keluarga agar kita sadar kembali tentang arti berbakti yang sesungguhnya. Buruan tonton sendiri biar gak penasaran!

Komen aja dulu siapa tau akrab! Kebijakan Komentar

Lebih baru Lebih lama
💬 Ahmad
Halo! Ahmad disini 😊