![]() |
| foto remajaistiqlal.or.id |
Halo teman-teman pembaca setia ruangahmad.blogspot.com, semoga kalian semua selalu dalam keadaan sehat dan penuh keberkahan.
Tidak terasa kita sudah kembali mendekati salah satu bulan yang paling istimewa dalam kalender Islam, yaitu bulan Dzulhijjah. Bagi saudara-saudara kita yang sedang berada di tanah suci, ini adalah momen puncak ibadah haji. Namun, bagaimana dengan kita yang belum mendapatkan kesempatan atau giliran untuk berangkat ke sana?
Kabar gembiranya, Allah SWT itu Maha Adil dan Maha Pengasih. Pintu rahmat, pahala, dan ampunan tidak hanya dibuka di Padang Arafah saja. Bagi kita yang berada di rumah, Allah tetap menyediakan "paket hemat" amalan yang nilainya luar biasa luar biasa. Menjelang hari-hari utama ini, yuk kita persiapkan diri untuk mengamalkan beberapa ibadah penting berikut ini.
1. Puasa Sunah (Utamanya di Hari Tarwiyah dan Arafah)
Memasuki tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah, kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunah. Kalau merasa berat untuk puasa penuh selama sembilan hari, jangan sampai kita melewatkan dua hari paling krusial, yaitu:
- Tanggal 8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyah)
- Tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah)
Puasa hari Arafah ini bisa dibilang sebagai puasa sunah terbaik sepanjang tahun bagi orang yang tidak sedang berhaji. Keutamaannya tidak main-main. Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
"Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim no. 1162)
Menariknya, ada sebuah catatan indah dari Sayyidina Ibnu Abbas mengenai hadis ini. Beliau menyampaikan bahwa janji pengampunan dosa untuk "setahun yang akan datang" merupakan sebuah isyarat atau kabar gembira bahwa orang yang tulus berpuasa di hari Arafah akan dikaruniai umur yang panjang dan penjagaan dari Allah SWT hingga tahun berikutnya. Jadi, kalau kita ingin berharap umur kita disampaikan ke tahun depan dalam ketaatan, mari kuatkan niat untuk berpuasa.
2. Menghidupkan Zikir: Dari Tahlil Beralih ke Takbir
Selama hari-hari mulia ini, lisan kita jangan sampai kering dari mengingat Allah. Ada pembagian fokus zikir yang sangat bagus untuk kita ikuti agar ibadah kita lebih terarah:
- Tanggal 1 sampai 10 Dzulhijjah: Perbanyaklah membaca Tahlil (Lailahaillallah). Terutama pada malam dan hari Arafah, sangat baik jika kita bisa merutinkan bacaan tauhid yang lengkap: "Lailahaillallah wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wa hua 'ala kulli syai'in qadir" hingga 1.000 kali.
- Tanggal 10 sampai 13 Dzulhijjah (Hari Raya & Hari Tasyrik): Fokus zikir kita beralih menjadi Takbir. Mulai dari waktu subuh atau asar di hari Arafah sampai asar di hari tasyrik terakhir, biasakan langsung mengumandangkan takbir setiap kali kita selesai melaksanakan salat fardu, sebelum membaca zikir-zikir rutin lainnya.
3. Amalan Khusus Surat Al-Ikhlas dan Keajaiban Doa Arafah
Ada satu amalan yang sangat indah dikerjakan pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah). Sejak pagi hari setelah subuh, mulailah mencicil bacaan Surat Al-Ikhlas sebanyak 1.000 kali, dan usahakan bacaan ini sudah selesai sebelum memasuki waktu Asar.
Kenapa sebelum Asar? Karena setelah salat Asar hingga menjelang matahari terbenam (waktu Magrib) adalah waktu yang paling mustajab untuk berdoa di hari Arafah. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.
Saat menengadahkan tangan di sore hari itu, cobalah rasakan getaran spiritualnya. Bayangkan di bawah langit yang sama, di bawah matahari yang sama, jutaan jemaah haji sedang berkumpul di Padang Arafah, menangis dan mengetuk pintu langit yang sama. Kita bisa berdoa dengan penuh harap: "Ya Allah, di bawah matahari yang sama kami sedang berdoa. Jika Engkau mengabulkan doa-doa jemaah yang ada di Padang Arafah, maka pandanglah kami juga dengan kasih sayang-Mu dan kabulkanlah pula doa-doa kami di sini."
4. Menghidupkan Malam Hari Raya (Idul Adha)
Ketika malam Idul Adha tiba, biasanya suasana di sekitar kita dipenuhi gema takbiran. Jangan biarkan malam itu berlalu begitu saja dengan sekadar nongkrong atau bersantai. Hidupkan malam tersebut dengan ibadah; bisa dengan salat tasbih, membaca Al-Qur'an, memperbanyak istigfar, serta menyisipkan sedikit sedekah terbaik kita.
Ustadzah Halimah Alaydrus pernah mengutip penjelasan dari gurunya, Habib Umar bin Hafidz, mengenai keutamaan menghidupkan malam hari raya. Siapa yang menghidupkan malam Idul Fitri maupun Idul Adha dengan ibadah, maka Allah SWT akan menghidupkan hatinya di saat hati manusia yang lain mati. Ulama menjelaskan bahwa "saat hati manusia mati" yang dimaksud di sini adalah momen kritis ketika manusia menghadapi sakaratul maut. Dengan menghidupkan malam hari raya, insyaallah kita dipermudah untuk meninggal dalam keadaan Husnul Khatimah membawa iman dan Islam.
5. Larangan Khusus Bagi yang Ingin Berkurban
Bagi teman-teman yang tahun ini diberi kelapangan rezeki dan berniat untuk berkurban, ada aturan fikih yang perlu diperhatikan. Mulai dari tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban kita selesai disembelih, kita dilarang atau dianjurkan untuk menahan diri dari memotong rambut, bulu di tubuh, kuku, maupun melakukan donor darah.
Filosofi di balik aturan ini sangat menyentuh hati. Hewan kurban yang kita sembelih akan menjadi wasilah penggugur dosa. Ketika darah kurban menetes, ampunan Allah akan turun membersihkan diri kita. Kita membiarkan kuku, rambut, dan darah kita tetap melekat utuh di tubuh agar seluruh bagian tubuh tersebut ikut merasakan dan menerima ampunan yang diturunkan oleh Allah SWT.
Bulan Dzulhijjah adalah kesempatan emas yang datangnya hanya setahun sekali. Jangan sampai hari-hari istimewa ini lewat begitu saja tanpa ada perubahan dalam kualitas ibadah kita. Setelah hari raya, kita juga memasuki hari-hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah) yang kata Nabi merupakan hari untuk makan, minum, dan memperbanyak zikir kepada Allah.
Yuk, kita siapkan fisik dan batin kita untuk menyambut bulan mulia ini. Semoga Allah SWT memudahkan kita semua untuk mengamalkannya dan menerima semua bentuk amal ibadah kita. Amin ya Rabbal Alamin.
Catetan: Tulisan ini dirangkum dari intisari ceramah dan bimbingan Ustadzah Halimah Alaydrus di kanal resmi sosial media beliau. Semoga menjadi ladang pahala dan ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.
